Senin, 31 Agustus 2020

MACAM-MACAM SHALAT SUNNAT




Kata Imam Ghazali r.a ,”Jangan kau tinggalkan sholat-sholat sunnah, karena ia menyempurnakan segala sholat fardhumu. Ibarat perniagaan shoal fardhu itu bagaikan modal, sedangkan sholat sunnah adalah kentungannya ” 
1). Sholat sunnah Qobliyah Subuh (sholat sunnah fajar) 
• Jumlah roka’at : 2 roka’at 
• Hukumnya : sunnah mu’akkadah (sangat ditekankan) 
• Waktunya : di saat terbit Fajar Shoddiq 
• Fadhilahnya : Sabda Nabi Muhammad SAW, “ Dua roka’at (sunnah Qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan isinya”. 
Utamanya dikerjakan dirumah, apabila rumah dekat dengan masjid, disunnahkan membaca surat Al-Insyiroh dan Al-Fil atau surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Kata Imam Ghozali r.a, “ Telah sampai pada kami riwayat dari orang-orang sholeh yang arifin bahwa barang siapa yang membaca Surat Al-Insyiroh dan Al-Fil pada sholat sunnah subuh tidak akan disakiti dirinya oleh musuhnya”. Dan bila sholat ini dikerjakan dirumah, bila datang ke masjid belum dilaksanakan sholat berjama’ahnya. Maka, kerjakanlah sholat sunnah Tahyyatul Masjid, lalu duduk untuk berdzikir sampai sholat berjama’ah dimulai 
2). Sholat Sunnah Dzuhur (Qobliyah dan Ba’diyah) 
• Jumlah roka’at dan hukumnya ; 
Menurut Ulama Fiqih : 
▪ 4 roka’at Qobliyah Dzuhur (2 roka’at Muakkadah dan 2 roka’at Ghoiru Muakkadah) 
▪ 4 roka’at Ba’diyah Dzuhur (2 roka’at Muakkadah dan 2 roka’at Ghoiru Muakkadah) 
Pendapat Imam Ghozali yaitu 4 roka’at Qobliyah Dzuhur. Hukumnya Sunnah Muakkadah, dikarenakan Sabda Nabi, riwayat Abu Hurairah yaitu,”Barang siapa 4 roka’at setelah gelincir matahari Qobliyah Dzuhur), dan ia memperbanyakkan bacaan dalam sholatnya, dan memanjangkan bacaan ruku’nya dan sujudnya, maka sembahyang beserta 70 ribu malaikat yang mengucapkan baginya (orang yang sholat) itu istighfar hingga malam”. 
3). Sholat Sunnah Qobliyah Ashar
• Jumlah roka’atnya : 4 roka’at 
• Hukumnya : 
- Sunnah Muakkadah menurut Imam Ghozali 
- Sunnah Ghoiru Muakkadah menurut Fuqoah (Ahli Fiqih) 
Hadits Nabi Muhammad SAW , ”Memberi Rahmat Allah Ta’ala akan seorang hamba yang sholat 4 roka’at Qobliyah Ashar”. 
4). Sholat Sunnah Maghrib (Qobliyah dan Ba’diyah) 
• Jumlah roka’atnya : 2 roka’at Qobliyah Maghrib dan 2 roka’at Ba’adiyah Maghrib 
• Hukumnya : Untuk Qobliyah Maghrib berbeda pendapat Sahabat tentang kesunnahannya, hanya saja menurut Imam Ghozali dikitab Ihya Umuluddin kebanyakan Sahabat mensunnahkannya , adapun hukumnya Ghoiru Muakkadah. Sedangkan Ba’diyah Maghrib, Hukumnya Sunnah Muakkadah. 
5). Sholat Sunnah Isya (Qobliyah dan Ba’diyah) 
• Jumlah roka’atnya dan hukumnya : 
Menurut ulama Fiqih : 
- 2 roka’at Qobliyah Isya (Ghoiru Muakkadah) 
- 2 roka’at Ba’diyah Isya (Sunnah Muakkadah) 
Menurut Imam Ghozali : 
- 4 roka’at Qobliyah Isya (Ghoiru Muakkadah tercantum dalam kitab Syarah Bidayatul Hidayah) 
- 4 roka’at Ba’diyah Isya (Sunnah Muakadah, tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin 
Karena sesuai hadits Nabi, riwayat Siti Aisyah , ” Sholat 4 roka’at Rosulullah SAW, ba’da sholat isya yang akhir, kemudian ia tidur ”. 
6). Sholat Sunnah Witir
• Waktunya : Setelah sholat fardhu Isya hingga terbit fajar shodiq. adapun dikerjakan boleh sebelum tidur ataupun setelah tidur (waktu Tahajjud) 
• Jumlah roka’atnya : Sekurang-kurangnya 1 roka’at, dan sekurang-kurangnya 3 roka’at (baik 1 salam ataupun 2 salam) 
Kata Annas bin Malik r.a, “ Adakah Rosulullah SAW sholat witir setelah sholatnya 3 roka’at padahal membaca surat sabbihis robbikal a’la (surat Al-A’la) pada roka’at pertama dan roka’at kedua qulya ayyuhal kafirun (surat Al-Kafirun) dan pada roka’at ketiga surat (Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas)”. 
Dan kata Imam Ghozali r.a,”Sesungguhnya Rosulullah SAW sholat witir 1 roka’at, 5 roka’at , hingga 11 roka’at dan dalm riwayat yang berulang-ulang witir itu 13 roka’a dan pada hadits yang syadz (yang sedikit riwayatnya) witir itu 17 roka’at. 
Adapun hukumnya itu sunnah Muakkadah. 
7). Solat Sunnah Dhuha
• Jumlah roka’atnya : 2 roka’at, 4 roka’at, 6 roka’at hingga 8 roka’at (menurut Ulama Fiqih), akan tetapi menurut Imam Nawawi dalam kitab Mutan Minhaj, sebanyak-banyaknya Sholat Dhuha itu 12 roka’at. 
• Waktumya : Ketika matahari sudah naik setengah atau satu galah hingga sebelum gelincir matahari (+ pukul 06.30 hingga waktu dzuhur), adapun paling afdhol yaitu pukul 09.00-09.30 (seperempat hari). 
“Bahwa Nabi Muhammad SAW, sembahyang Dhuha 6 roka’at, 2 roka’at dikerjakan diawal waktunya (keika matahari setinggi setengah atau satu galah) dan 4 roka’at diwaktu afdholnya, yaitu ketika sepermpat hari”. 
8). Sholat Sunnah Awwabin (Hifdzul Iman) 
• Waktunya : Antara sholat maghrib dengan sholat Isya. 
Shalat sunnah setelah maghrib, maksudnya setelah ba'diyah maghrib disebut shalat "awwabin". Shalat ini 6 rakaat atau 20 rakaat. Tirmidzi meriwayatkan hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda "Barang siapa shalat 6 rakaat setelah maghrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun. Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda "Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya". 
Dalam riwayat yang lain sholat sunnah Awwabin paling banyak 12 roka’at. Pelaksanaannya cukup dengan berniat sholat sunnah dan seperti sholat sunnah malam hari, dilakukan dua rakaat dengan satu salam. Imam Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah "gharib" (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat). Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda "Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah aghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan". Ibnu Majah dan Ibnu Huzaimah juga meriwayatkan serupa. 
Imam Shaukani dalam Nailul Autar setelah menyebutkan hadist-hadist di atas menjelaskan bahwa meskipun hadist-hadist ini "dla'if" (lemah), semuanya menganjurkan adanya shalat sunnah ini, apalagi ini termasuk fadlaiul a'mal (keutamaan ibadah)". 
Imam Ghozali r.a bahwa jumlah roka’at sholat sunnah Awwabin di antaranya yaitu 6 roka’at, karena sesuai hadits Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa sholat antara sholat maghrib dengan sholat Isya 6 roka’at sebelum ia berbicara dengan orang lain. Maka Allah ampuni dosa-dosanya yang 50 tahun”. 
Dalam riwayat Ibnu Umar bahwa nabi menganjurkan untuk sholat, setelah sholat ba’diyah Maghrib, sebelum berbicara dengan orang lain 2 roka’at sebelum sholat sunnah Hifdzul Iman atau Sholat Sunnah Awwabin, yang mana setiap roka’atnya setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat AL-Qodr 1 x, Al-ikhlash 6 x, Al-Falaq 1 x, dan An-Nas 1 x. Lalu setelah sholat membaca tasbih (Subhanallahi wabihamdi) 15 x, dan membaca doa : “Allahumma sudidni bil iman wahfudzhu alayya fi hayati wa ‘inda wafati wa ba’da manati”. Artinya: Ya Allah teguhkanlah imanku dan peliharalah imanku didalam hidupku dan setelah matiku. 
KETERANGAN : 
Sunnah Muakkadah yaitu sunnah yang sangat ditekankan karena Nabi selalu mengerjakannya, sekalipun di saat musafir. 
Sunnah Ghoiru Muakkadah yaitu sunnah yang Nabi sering kerjakan, tapi Nabi pun sering meninggalkannya. 
Apabila seseorang yang Muladzimak (selalu merutinkan) sholat sunnah, apabila ia berhalangan karena udzur, dapat diqhodo sholat sunnah tersebut. Contohnya, apabila seseorang yang selalu mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh, akan tetapi ia berhalangan (setelah datang ke masjid sudah berjama’ah subuh), maka ia diperbolehkan mengerjakan sholat sunnah subuh tersebut setelah sholat fardhu subuh. Hal ini tidak dibolehkan bagi orang yang tidak Muladzimak dalam sholat sunnahnya. Penjelasan tersebut terdapat dari keterangan ilmu Ushul Fiqih. 


(Muhammad fattah) 

Obat Ampuh Pengobatan Al-‘Isyq (Penyakit Cinta), Patah Hati, DLL




Obat itu adalah menikah dengan cinta yang halal….
Sebagaimana kaidah yang dibawakan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

النفس لا تترك شيئا ألا بشيئ
“jiwa tidak akan bisa meninggalkan sesuatu kecuali jika ada sesuatu [yang menggantikannya]”
Si dia yang menolak engkau akan tergantikan dengan yang baru, di dia yang sebelumnya tidak halal maka tergantikan dengan yang halal…

Jika tidak bisa menikah maka berikut 15 cara untuk mengobati penyakit cinta (al-‘isyq):

Hakikatnya, sebagian mereka yang terkena penyakit ini sudah tahu dan sadar penuh bahwa mereka terkena suatu penyakit yang berbahaya. Akan tetapi mereka malah ingin terus bergelimang didalamnya. Merasakan manis rasa perihnya rindu kepada pujaan hati. peringatan tentang al-‘isyq dikepala mereka bagai mengukir air dalam memori, sekejab dalam kedipan mata langsung hilang. mereka tidak peduli, yang terpenting hati mereka tetap dijerat oleh surga kepalsuan.
Oleh karena itu, kami ingin berpanjang lebar mengenai hal ini. Langkah ini harus ditapaki oleh peminum khamr asmara agar mereka siuman dan tersadar.

*1. Ikhlas kepada Allah.*

Hanya keikhlasan yang membuahkan pertolongan.

*2. Berdoa*

karena doa bisa merubah takdir. Merendahkan diri kepada Allah, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit

*3.Menahan pandangan*

Jika bisa, menahan pandangan semua yang berhubungan dengan pujaan hati. Rumahnya, kendaraan, barang pemberian dan lain-lain.

*4.Banyak berpikir dan berdzikir*

Berpikir dan merenungi bahwa ini adalah penyakit. Berdzikir agar menguatkan hati dan menenangkan jiwa
Allah berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” [Ar-Ra’du:28]

*5. Menjauh dari orang yang dicintainya.*

Bersabarlah menanggung beban perpisahan beberapa waktu walaupun sulit pada awalnya. Jauhilah handphone yang mengarah kepadanya, hapus memori telpon dari nomornya. Ganti nomor anda. Jauhilah orang-orang [comblang] yang mendukung cinta buah khuldi yang palsu.

*6.Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat*

Kita sudah tahu sebab mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Bayang-bayang itu akan memudar kemudian pecah bersama kesibukan ketaatan yang berujung dengan melupakannya.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
 
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” [Al Jawabul Kaafi hal 156, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah].

 *7.Menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.*

Kelezatan dunia yang semu bisa remuk redam dengan meningat kematian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yakni kematian” (HR. Imam Empat kecuali Abu Daud)
 
*8.Senantiasa menghadiri majelis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.*

Majelis ilmu adalah tempat me-recharge iman setelah baterainya habis termakan oleh buaian berbuah tak nyata. Kumpulan orang-orang yang sholih adalah tempat istirahatnya hati dari kesibukan menangkal fitnah dan makar dunia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya”. [HR. Muslim nomor 6793]
 
*9.Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna, menjaga kewajiban-kewajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir dan bathin.*

Jika sholat kita memang benar, maka akn mencegah semuanya, Allah ‘Azza wa jalla berfirman :

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” [Al-Ankabut: 45]

*10.Membayangkan aib pujaan hati, melihat-lihat keburukannya.*

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita. “.
 
*11.Membayangkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya, bisa jadi ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa sebab atau ditinggal karena sudah jemu dan bosan.*

Karena semua yang ada di dunia akan musnah, Allah ‘Azza wa jalla berfirman :

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” [Ar-Rahman: 26]
 
*12.Merenungi akibat perbuatannya dan keadaan buruk para peminum khamr asmara*

Hal ini bisa didapat dengan membaca dan menoleh kebelakang dengan berkaca kepada sejarah. orang-orang yang akan hina dunia dan akhirat karena cinta. Qobil yang membunuh habil, Abdurrahman bin Muljam yang membunuh Ali bin Abi Thalib radhiallhu ‘anhu, terbunuhnya unta nabi Shalih ‘alahissalam. Semua karena al-’isyq terhadap wanita
 
*13.Bersabar, karena perjuangan melepas belenggu al-’isyq sangat menuntut kesabaran.*

Jika bersabar dengan sebenar-benarnya akan mendapatkan pahala yang tak terkira, Allah ‘Azza wa jalla berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
 
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

*14.Yakin bahwa Allah akan memberi ganti lebih baik*

Salah satu kekhawatiran adalah apakah ia bisa dapat yang seperti ini kelak. benih cinta ini yang sulit semai. Tebing asmara ini yang sudah susah payah didaki. Lika-liku kasih yang berat dilewati. Istana sayang yang dibangun  bersama. Apaka itu semua akan ditinggal dan roboh begitu saja?. Jawabannya adalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Istana itu dibangun diatas pondasi kemaksiatan kepada Allah. Tampak megah dan tegar tapi hakikatnya lemah tak bertumpu bagai tiang penyangga yang bersandar kepada temboknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)
 
*15.MENIKAH*
 
Demikian semoga bermanfaat
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam


(Muhammad fattah)

Kamu suka merasa minder? Coba atasi dengan cara berikut ini!

Siapa nih yang masih suka merasa minder dan nggak percaya diri? Mungkin ini menjadi hal yang wajar dan pasti pernah dirasakan semua orang. A...